Program Studi PG PAUD UPGRIS Selenggarakan Kuliah Umum Internasional Bersama Prof. Branislav Pupala, Ph.D.

Semarang – Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) menyelenggarakan kuliah umum internasional pada Jumat, 22 September 2023, bertempat di Ruang Seminar Gedung Pusat Lantai 2 Universitas PGRI Semarang. Kegiatan ini menghadirkan Prof. Branislav Pupala, Ph.D., pakar Pendidikan Anak Usia Dini dari Trnava University, Slovakia, sebagai narasumber utama.

Kuliah umum yang mengangkat tema “Historical and Cultural Roots in ECEC and its Development” ini memberikan wawasan mendalam mengenai pentingnya memahami akar sejarah dan budaya dalam pengembangan Early Childhood Education and Care (ECEC) di berbagai negara. Kegiatan tersebut diikuti oleh mahasiswa, dosen, serta praktisi pendidikan anak usia dini yang antusias untuk memperluas perspektif keilmuan dalam bidang PAUD.

Dalam pemaparannya, Prof. Branislav Pupala menjelaskan bahwa perkembangan ECEC secara historis berawal dari fungsi pengasuhan dan perlindungan anak (care), kemudian berkembang menjadi lembaga yang juga memiliki fungsi pendidikan (education). Pada masa awal, layanan anak usia dini lebih berfokus pada pemenuhan kebutuhan kesehatan, kesejahteraan, dan pengasuhan. Namun, seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya pendidikan sejak usia dini, ECEC mulai dipandang sebagai fondasi utama bagi pembelajaran sepanjang hayat (lifelong learning). Transformasi tersebut terjadi di berbagai negara, termasuk di kawasan Eropa yang mengalami pergeseran dari pendekatan berbasis perawatan menuju pendekatan yang lebih berorientasi pada pendidikan.

Lebih lanjut, Prof. Pupala menekankan bahwa budaya memiliki peran sentral dalam menentukan tujuan pendidikan, kurikulum, metode pembelajaran, serta nilai-nilai yang ditanamkan kepada anak. Pendidikan anak usia dini pada dasarnya merupakan cerminan budaya masyarakat tempat pendidikan tersebut berkembang. Nilai-nilai lokal, tradisi, bahasa, keyakinan, pola interaksi sosial, hingga cara pandang terhadap anak menjadi faktor yang memengaruhi praktik pendidikan di lembaga PAUD. Oleh karena itu, pengembangan kurikulum dan pembelajaran tidak hanya perlu mengacu pada standar global, tetapi juga harus mampu mempertahankan identitas budaya lokal agar tetap relevan dengan kehidupan anak dan masyarakatnya.

Dalam konteks globalisasi, Prof. Pupala juga menjelaskan adanya kecenderungan berbagai negara untuk mengadopsi konsep-konsep internasional, seperti kompetensi, standar pendidikan, asesmen, dan kualitas layanan. Namun demikian, beliau mengingatkan bahwa proses tersebut tidak boleh menghilangkan karakteristik budaya dan sejarah masing-masing bangsa. Meskipun terdapat kecenderungan menuju keseragaman dalam kebijakan pendidikan anak usia dini, realitas di lapangan menunjukkan bahwa setiap negara tetap mempertahankan kekhasannya karena dipengaruhi oleh konteks sejarah, budaya, dan politik yang berbeda.

Melalui kuliah umum ini, mahasiswa, dosen, dan praktisi PAUD memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai bagaimana sejarah dan budaya menjadi fondasi penting dalam pengembangan pendidikan anak usia dini. Kegiatan ini sekaligus memperkuat komitmen Program Studi PG PAUD UPGRIS untuk terus mengembangkan pendidikan yang berkualitas, kontekstual, dan berakar pada nilai-nilai budaya Indonesia dalam menghadapi tantangan global di masa depan.

Kuliah umum internasional ini juga menjadi salah satu upaya Program Studi PG PAUD UPGRIS dalam memperluas jejaring akademik internasional serta menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna bagi sivitas akademika. Diharapkan, melalui kegiatan-kegiatan serupa, mahasiswa dapat memiliki wawasan global tanpa kehilangan identitas budaya bangsa sebagai landasan dalam mengembangkan praktik pendidikan anak usia dini yang relevan dan berkelanjutan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *