Semarang – Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) menyelenggarakan Seminar Nasional dengan tema “Membangun Anak Hebat Melalui Kebiasaan Baik dan Lingkungan Bermain Aktif” pada 25 Oktober 2025 bertempat di Gedung Pusat Lantai 7 (GP 7) Universitas PGRI Semarang. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa, dosen, praktisi pendidikan anak usia dini, guru PAUD, serta pemerhati pendidikan dari berbagai daerah yang memiliki perhatian terhadap tumbuh kembang anak usia dini.
Seminar nasional ini menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidang pendidikan anak usia dini, yaitu Dr. Irma Yuliantina, M.Pd. dan Dr. Anita Chandra Dewi, M.Pd. Kedua narasumber berbagi pemikiran, pengalaman, serta praktik baik dalam membentuk generasi unggul melalui pembiasaan perilaku positif dan penciptaan lingkungan bermain yang mendukung perkembangan anak secara optimal.
Dalam pemaparannya, Dr. Irma Yuliantina, M.Pd. menjelaskan bahwa masa anak usia dini merupakan periode emas (golden age) yang sangat menentukan kualitas perkembangan individu pada tahap kehidupan berikutnya. Oleh karena itu, pembentukan kebiasaan baik perlu dilakukan secara konsisten sejak dini melalui berbagai aktivitas yang dekat dengan kehidupan sehari-hari anak.
Beliau menyampaikan bahwa kebiasaan sederhana seperti disiplin waktu, menjaga kebersihan diri, menghormati orang lain, bertanggung jawab terhadap tugas, serta menerapkan perilaku hidup sehat merupakan fondasi penting dalam membangun karakter anak yang kuat. Pembentukan kebiasaan tersebut tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan membutuhkan proses yang berkelanjutan melalui keteladanan dari orang tua, guru, dan lingkungan sekitar.
Lebih lanjut, Dr. Irma Yuliantina menekankan bahwa anak belajar melalui pengamatan dan pengalaman langsung. Oleh karena itu, figur dewasa memiliki peran strategis sebagai model perilaku positif. Ketika anak terbiasa melihat dan mengalami praktik-praktik baik dalam kehidupan sehari-hari, nilai-nilai tersebut akan tertanam dan menjadi bagian dari karakter dirinya.
Sementara itu, Dr. Anita Chandra Dewi, M.Pd. memaparkan pentingnya menciptakan lingkungan bermain aktif yang mampu menstimulasi seluruh aspek perkembangan anak. Menurut beliau, bermain bukan sekadar aktivitas rekreatif, melainkan sarana belajar yang paling efektif bagi anak usia dini. Melalui kegiatan bermain, anak dapat mengembangkan kemampuan kognitif, bahasa, sosial-emosional, motorik, kreativitas, serta keterampilan dalam memecahkan masalah.
Beliau menjelaskan bahwa lingkungan bermain yang ideal adalah lingkungan yang aman, nyaman, menantang, serta memberikan kesempatan kepada anak untuk bereksplorasi secara aktif. Guru dan orang tua perlu menyediakan berbagai pengalaman bermain yang bermakna, baik melalui permainan tradisional, permainan konstruktif, permainan peran, maupun aktivitas berbasis alam. Lingkungan yang kaya akan stimulasi akan mendorong anak tumbuh menjadi individu yang percaya diri, mandiri, kreatif, dan memiliki kemampuan berpikir kritis.
Seminar nasional ini memberikan wawasan yang komprehensif mengenai pentingnya sinergi antara pembentukan kebiasaan baik dan penyediaan lingkungan bermain aktif dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berdaya saing. Diskusi yang berlangsung selama kegiatan juga membuka ruang refleksi bagi para peserta untuk mengevaluasi praktik pendidikan yang selama ini diterapkan serta mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih berpihak pada kebutuhan anak.
Melalui penyelenggaraan seminar nasional ini, Program Studi PG PAUD berharap dapat terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pendidikan anak usia dini sekaligus meningkatkan kompetensi para pendidik dan calon pendidik dalam mendampingi anak mencapai potensi terbaiknya. Kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen Program Studi PG PAUD dalam menghadirkan forum ilmiah yang relevan dengan tantangan dan kebutuhan pendidikan anak usia dini di era saat ini.
Seminar nasional bertema “Membangun Anak Hebat Melalui Kebiasaan Baik dan Lingkungan Bermain Aktif” diharapkan dapat menginspirasi seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Dengan kolaborasi yang baik antara keluarga, sekolah, dan masyarakat, anak-anak Indonesia diharapkan mampu tumbuh menjadi generasi yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
