Semarang – Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) menyelenggarakan Seminar Nasional dengan tema “Pentingnya Menggali Kecerdasan Jamak Anak Usia Dini Melalui Performing Arts” pada 18 April 2026. Kegiatan ini menghadirkan Yessy Gusman sebagai narasumber yang berbagi wawasan mengenai pentingnya pengembangan seluruh potensi anak usia dini melalui pendekatan seni pertunjukan.
Seminar ini diikuti oleh mahasiswa, dosen, guru PAUD, praktisi pendidikan, serta pemerhati pendidikan anak usia dini yang memiliki perhatian terhadap upaya optimalisasi perkembangan anak melalui pembelajaran yang kreatif dan bermakna.
Dalam pemaparannya, Yessy Gusman menekankan bahwa setiap anak terlahir unik dengan berbagai jenis kecerdasan yang berbeda. Oleh karena itu, pendidik dan orang tua perlu memberikan ruang yang luas bagi anak untuk mengeksplorasi potensinya melalui berbagai pengalaman belajar yang menyenangkan, salah satunya melalui seni pertunjukan (performing arts).
Beliau menjelaskan bahwa kecerdasan tidak hanya diukur melalui kemampuan akademik atau nilai intelektual semata. Setiap anak memiliki beragam kecerdasan yang berkembang dengan karakteristik yang berbeda-beda. Sejalan dengan konsep kecerdasan jamak (multiple intelligences), anak perlu memperoleh kesempatan untuk mengembangkan seluruh potensi yang dimilikinya sesuai dengan minat, bakat, dan tahap perkembangannya.
Yessy Gusman juga menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini tidak seharusnya berorientasi pada pencapaian akademik yang berlebihan, melainkan pada pengembangan seluruh aspek perkembangan anak secara utuh. Lingkungan belajar yang memberikan kesempatan kepada anak untuk bermain, bereksplorasi, berimajinasi, dan berekspresi akan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Salah satu pendekatan yang dinilai efektif dalam menggali berbagai kecerdasan anak adalah melalui performing arts. Seni pertunjukan mampu mengintegrasikan berbagai aspek perkembangan dalam kegiatan yang menyenangkan dan bermakna. Melalui aktivitas seperti bernyanyi, menari, bermain peran, bercerita, dan pertunjukan sederhana, anak dapat mengembangkan kemampuan bahasa, kreativitas, motorik, sosial-emosional, serta rasa percaya diri.
Selain itu, kegiatan seni pertunjukan juga berperan dalam pembentukan karakter anak. Anak belajar untuk bekerja sama, menghargai perbedaan, berani tampil di depan umum, serta mengelola emosi dengan baik. Pengalaman-pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam mendukung kesiapan anak menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang.
Seminar ini memberikan pemahaman bahwa pendidikan anak usia dini perlu berorientasi pada pengembangan seluruh potensi anak, bukan hanya kemampuan akademik. Konsep kecerdasan jamak mengajarkan bahwa setiap anak memiliki keunggulan yang unik, sehingga pendidik perlu menyediakan berbagai pengalaman belajar yang beragam dan berpihak pada kebutuhan anak.
Bagi mahasiswa dan pendidik PAUD, materi yang disampaikan menjadi pengingat bahwa pembelajaran yang berkualitas harus mampu memberikan ruang bagi anak untuk berekspresi, berimajinasi, dan mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki. Dengan demikian, pendidik tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai fasilitator yang mendukung setiap anak untuk tumbuh dan berkembang sesuai dengan keunikannya.
Melalui penyelenggaraan seminar nasional ini, Program Studi PG PAUD berharap dapat terus berkontribusi dalam memperkaya wawasan akademik serta meningkatkan kompetensi pendidik dan calon pendidik dalam menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan, bermakna, dan berpusat pada anak. Dengan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan anak-anak Indonesia dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas, kreatif, percaya diri, dan mampu mengembangkan potensi terbaik yang dimilikinya.
