
Hat Yai, Thailand – Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) melalui Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan pendidikan lintas negara melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat internasional di Thailand Selatan. Kegiatan ini difasilitasi oleh Kantor Urusan Internasional (KUI) UPGRIS dan bekerja sama dengan Al Hidayah Waqaf Foundation for Education and Social Development yang berpusat di Kota Hat Yai, Provinsi Songkhla, Thailand.
Pengabdian internasional tersebut dilaksanakan pada 4–9 Juli 2023 dengan melibatkan dosen PG PAUD, Dr. Anita Chandra Dewi, M.Pd., bersama enam dosen UPGRIS lainnya. Kegiatan pengabdian dilaksanakan di dua sekolah mitra, yaitu Hatyaiwittayakarn School dan Muslimeen Suksa School, yang berada di Kota Hat Yai, Thailand Selatan.
Kegiatan ini juga terintegrasi dengan program International Teaching Internship yang diikuti oleh mahasiswa UPGRIS selama satu bulan. Para mahasiswa tidak hanya melaksanakan praktik mengajar di sekolah mitra, tetapi juga turut terlibat sebagai bagian dari tim pengabdian masyarakat. Kolaborasi antara dosen dan mahasiswa ini menjadi wadah untuk memperluas wawasan internasional sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini di tingkat global.
Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh tim pengabdian, ditemukan bahwa guru-guru PAUD di kedua sekolah mitra masih belum terbiasa memanfaatkan media pembelajaran berbasis multimedia, khususnya video animasi, dalam proses pembelajaran di kelas. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh keterbatasan pengetahuan dan keterampilan guru dalam mengembangkan media pembelajaran digital yang menarik dan sesuai dengan karakteristik anak usia dini.
Sebagai bentuk solusi atas permasalahan tersebut, tim pengabdian UPGRIS memberikan pelatihan mengenai pemanfaatan aplikasi Plotagon sebagai media pembuatan video animasi untuk pembelajaran. Melalui kegiatan ini, guru-guru PAUD di Thailand Selatan dibekali keterampilan dalam membuat video animasi edukatif, mulai dari pengenalan fitur aplikasi, penyusunan alur cerita, hingga memasukkan materi pembelajaran ke dalam video yang dihasilkan. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kreativitas guru dalam merancang pembelajaran yang lebih inovatif, interaktif, dan menyenangkan bagi anak usia dini.
Kegiatan pengabdian internasional ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah mitra. Antusiasme peserta terlihat dari partisipasi aktif guru selama sesi pelatihan dan diskusi. Selain memperkuat kompetensi profesional guru, kegiatan ini juga menjadi sarana pertukaran pengetahuan dan pengalaman pendidikan antara Indonesia dan Thailand.
Melalui program pengabdian internasional ini, UPGRIS terus berupaya memperluas jejaring kerja sama global serta memperkuat peran perguruan tinggi dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat internasional. Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus mendukung peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini di berbagai negara.
“Pengabdian kepada masyarakat tidak mengenal batas geografis. Melalui kolaborasi internasional, perguruan tinggi dapat berbagi praktik baik, memperkuat kapasitas pendidik, serta berkontribusi dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas bagi semua anak.”